Bandung – Lorong SMAN 3 Bandung berubah menjadi ruang akademik yang dipenuhi deretan poster penelitian pada Rabu (24/6/2026). Sebanyak 81 hasil riset karya siswa kelas XI dipamerkan dalam Pameran Hasil Riset RBL-STEM 4, sebuah kegiatan yang menjadi puncak pembelajaran Research-Based Learning (RBL) dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Di bawah koordinasi Abdul Latif Faturahman selaku Ketua Pelaksana, pameran ini menghadirkan karya-karya ilmiah yang menunjukkan kemampuan siswa mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk menjawab persoalan nyata.

Semangat riset dalam RBL-STEM 4 juga tumbuh dari ekstrakurikuler riset di SMAN 3 Bandung, yakni STEM-3 dan Trilogi, yang diketuai oleh Atharifa. Kedua ekskul ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah minat dan keterampilan meneliti, mulai dari mengeksplorasi gagasan, merancang penelitian, hingga membiasakan diri dengan metode ilmiah dan pola pikir kritis. Meski pembinaannya tidak sampai pada tahap publikasi, keberadaan STEM-3 dan Trilogi turut memperkuat budaya riset yang menjadi fondasi lahirnya karya-karya yang ditampilkan dalam pameran.

Pameran tersebut dihadiri oleh Kepala SMAN 3 Bandung, Bapak Solihin, S.Pd., Pengawas Sekolah, Guru, Orang tua siswa, serta warga sekolah yang memadati area pameran sejak pagi hari. Kehadiran berbagai unsur tersebut menghadirkan suasana akademik yang kuat sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap proses penelitian yang telah dijalani para peserta didik selama satu semester.

Keberhasilan penyelenggaraan RBL-STEM 4 tidak terlepas dari pendampingan Ibu Dr. Diana Susyari Mardijanti, S.Pd., M.PFis., Guru Mata Pelajaran Fisika sekaligus penggagas dan pembimbing Research-Based Learning (RBL) di SMAN 3 Bandung. Melalui program yang telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir, RBL menjadi salah satu ciri khas pembelajaran sekolah dalam membangun kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, komunikasi ilmiah, serta inovasi peserta didik.

Selain Dr. Diana Susyari Mardijanti, S.Pd., M.PFis., sejumlah guru dari berbagai mata pelajaran turut mendampingi siswa sebagai pembimbing penelitian sepanjang proses RBL-STEM 4. Para pembimbing tersebut adalah:

– Dr. Diana Susyari Mardijanti, S.Pd., M.PFis., Guru Fisika
– Dra. Yattini, M.Pd., Guru Bahasa Indonesia
– Lela Siti Nurlaila, S.Pd., Guru Bahasa Indonesia
– Eet Rostiana, S.E., Guru Ekonomi
– Nyimas Zakiah Fithria, M.Pd., Guru Ekonomi
– Refsi Azdiasari, S.Pd., Guru Pendidikan Pancasila
– Hisyam Abdul Aziz, S.Pd., Guru Biologi
– Mafatih Ayulia P, S.Pd., Gr., Guru Biologi
– Mochammad Hasan, S.Pd., Gr., Guru Seni Budaya
– Fitriane Arifin, M.Pd., Guru Olahraga
– Enda Lesmana, S.Pd., Guru Olahraga

Keterlibatan para guru dari beragam bidang keilmuan ini sekaligus memperkuat karakter multidisiplin pembelajaran RBL, sehingga penelitian siswa dapat didampingi dari berbagai sudut pandang, mulai dari perancangan hingga penyajian hasil.

Pameran tahun ini merupakan penyelenggaraan yang keempat. Sebelumnya, publikasi hasil penelitian siswa dilaksanakan dalam bentuk Pekan Ilmiah. Seiring perkembangan program, publikasi tersebut kemudian dikemas dalam bentuk pameran poster agar hasil penelitian dapat lebih mudah diakses, dipelajari, dan diapresiasi oleh seluruh warga sekolah.

Bagi seluruh panitia, pameran ini bukan sekadar agenda penutup pembelajaran, melainkan ruang bagi siswa untuk memperlihatkan bahwa penelitian memiliki manfaat ketika dibagikan kepada orang lain. Spirit tersebut tercermin dari jajaran poster yang memenuhi lorong sekolah. Setiap karya menjadi representasi perjalanan panjang yang dimulai dari penentuan topik penelitian, penyusunan proposal, pengumpulan dan analisis data, penyusunan laporan, hingga sidang hasil penelitian sebelum akhirnya dipublikasikan kepada masyarakat sekolah.

Penyelenggaraan RBL-STEM 4 juga menjadi wujud implementasi visi SMAN 3 Bandung untuk melahirkan peserta didik yang unggul dalam kompetensi riset dan ilmu pengetahuan. Melalui pembelajaran berbasis riset, siswa tidak hanya menghasilkan sebuah laporan ilmiah, tetapi juga belajar mengomunikasikan hasil penelitiannya secara bertanggung jawab sehingga mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Sebanyak 360 siswa kelas XI terlibat dalam kegiatan ini dengan menampilkan 81 poster penelitian dari berbagai bidang kajian. Menariknya, seluruh penelitian tidak hanya berlandaskan pendekatan STEM, tetapi juga memperlihatkan integrasi multidisiplin ilmu sebagai karakter utama pembelajaran RBL di SMAN 3 Bandung.

Dalam setiap penelitian, Bahasa Indonesia berperan sebagai fondasi dalam menyusun proposal, laporan penelitian, serta menyajikan poster ilmiah secara sistematis, efektif, dan komunikatif. Fisika, Kimia, dan Biologi menjadi landasan dalam merancang eksperimen, menjelaskan fenomena alam, menguji hipotesis, hingga menganalisis data penelitian sesuai karakteristik masing-masing topik. Di sisi lain, Ekonomi dimanfaatkan untuk mengkaji aspek efisiensi, nilai tambah, maupun potensi keberlanjutan suatu inovasi, sedangkan Sosiologi digunakan untuk memahami perilaku masyarakat, dampak sosial, serta tingkat penerimaan masyarakat terhadap hasil penelitian. Integrasi berbagai disiplin ilmu tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian suatu persoalan tidak cukup dipandang dari satu bidang keilmuan saja, melainkan memerlukan kolaborasi berbagai perspektif agar menghasilkan solusi yang lebih komprehensif, inovatif, dan aplikatif.

Suasana pameran tahun ini juga tampil lebih segar melalui konsep visual yang berbeda. Muhammad Akbar Pramoedya Adhitama menjadi salah satu panitia yang mengusulkan desain dan tata letak pameran dengan mengangkat tema Minecraft. Konsep tersebut diterapkan pada elemen dekorasi, identitas stan, serta tata ruang pameran sehingga menghadirkan suasana yang kreatif, interaktif, dan dekat dengan dunia peserta didik. Minecraft dipilih karena identik dengan proses membangun, mengeksplorasi, dan mengembangkan ide, nilai-nilai yang sejalan dengan semangat Research-Based Learning dalam mendorong siswa mengubah gagasan menjadi karya ilmiah yang nyata.

Selain memamerkan poster penelitian, beberapa kelompok juga menghadirkan produk hasil riset yang dapat dicoba langsung oleh pengunjung, termasuk permainan edukatif yang menjadi salah satu daya tarik selama kegiatan berlangsung. Berdasarkan pengamatan panitia, bidang penelitian yang paling banyak diangkat tahun ini berasal dari bidang biologi dan material, meskipun seluruh karya menawarkan ide-ide yang unik dan inovatif.

Antusiasme warga sekolah terlihat sejak sebelum kegiatan resmi dimulai. Lorong pameran dipenuhi siswa, guru, orang tua, dan tamu undangan yang berdiskusi langsung dengan para peneliti muda mengenai proses maupun hasil penelitian mereka. Berbagai apresiasi mengalir sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak pengunjung mengaku memperoleh inspirasi dari ide-ide yang ditampilkan, sementara komentar seperti “keren,” “hebat,” dan “inovatif” menjadi kesan yang paling sering terdengar.

Keberhasilan RBL-STEM 4 merupakan hasil kolaborasi seluruh panitia yang bekerja sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Sebanyak 23 siswa tergabung dalam kepanitiaan yang bertanggung jawab atas konsep acara, publikasi, dekorasi, penataan area pameran, hingga pendampingan peserta. Semangat kolaborasi tersebut menjadi fondasi terselenggaranya pameran yang tertata dengan baik dan mampu menghadirkan pengalaman akademik yang berkesan bagi seluruh pengunjung.

Sebagai tindak lanjut, hasil-hasil penelitian siswa saat ini tengah dipersiapkan untuk dipublikasikan dalam Jurnal RBL-STEM SMAN 3 Bandung. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat penelitian sekaligus memperkuat budaya publikasi ilmiah di lingkungan sekolah.

Bagi seluruh panitia, keberhasilan RBL-STEM 4 tidak hanya diukur dari lancarnya pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari lahirnya inspirasi baru bagi para pengunjung. Ketika sebuah penelitian mampu memunculkan rasa ingin tahu, memantik diskusi, dan mendorong lahirnya inovasi berikutnya, saat itulah proses Research-Based Learning mencapai tujuan utamanya.

Melalui penyelenggaraan RBL-STEM 4, SMAN 3 Bandung kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang menumbuhkan budaya riset sejak jenjang pendidikan menengah. Lebih dari sekadar pameran poster, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi multidisiplin ilmu, wadah apresiasi karya ilmiah peserta didik, serta bukti bahwa pembelajaran berbasis penelitian mampu melahirkan generasi yang kreatif, kritis, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.