2020-02
Abstrak
Indonesia merupakan negara yang memiliki angka perokok paling tinggi di ASEAN, yakni sebanyak 65,19 juta orang. Ketika seseorang merokok pasti akan menghasikan asap yang muncul dari terbakarnya rokok tersebut. Rokok sendiri mengandung zat-zat kimia berbahaya seperti nikotin dan timbal, tidak sedikit orang merokok di dalam ruangan.
Gas-gas yang merupakan zat yang bersifat toxic tersebut setelah tersebar ke seluruh ruangan berpotensi menempel di dinding-dinding ruangan. Untuk menghilangkannya harus dilap menggunakan cairan anti bakteri. Sementara untuk tembok yang sudah terkontaminasi disarankan untuk dicat ulang. Komponen yang menempel tersebut salah satunya adalah PAH atau polyclincin aromatic hydrocarbons (PAH), komponen tersebut dapat menyebabkan kanker, kerusakan organ, dll.
Penelitian yang peneliti lakukan bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggunakan batu zeolit yang sudah teraktivasi. Penelitian yang dilakukan menggunakan maket kecil dengan menggunakan botol kemasan air mineral sebagai ruangan yang akan dipenuhi oleh asap rokok, kemudian di bagian dalam botol akan diletakkan sensor yang akan mendeteksi konsentrasi CO.
Pada akhir penelitian akan didapat data dimana pengurangan kadar CO pada botol yang diisi oleh batu zeolit. Sementara pada botol yang tidak diisi oleh batu zeolit konsentrasi CO cenderung tinggi. Semakin banyak batu zeolit yang diisi ke dalam botol maka semakin efektif penyerapan CO dalam botol tersebut.
Sebanyak 300 gram batu zeolit sudah bisa menyerap 11% dari kadar CO yang ada dalam botol tersebut, dan apabila ditambah lagi masih memungkinkan untuk menyerap CO lebih banyak lagi.
Kata kunci : zeolit, rokok, CO
Tim Peneliti
XI MIPA 7, Tahun 2020
- Haydar Alfarabi S . (181910213)
- Jeanne Belle L . F . (181910216)
- M . Fikran Zharifsyah A . (181910221)
- Rauda Salma I . (181910228)
Pembimbing
- Diana Susyari Mardijanti,S.Pd, M.PFis.
- Lela Siti Nurlaila, S.Pd.
Produk
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap asap rokok dalam botol, dapat diambil berbagai kesimpulan mengenai asap rokok, gas CO, dan batu zeolit yang melakukan penyerapan terhadap gas tersebut.
Rokok yang digunakan dalam penelitian ini adalah rokok yang berfilter, satu kali pembakaran sekurang-kurangnya membutuhkan waktu selama 5 menit. Rokok diletakkan pada bagian tutup botol kemasan air mineral.
Pada percobaan pertama botol tidak diisi dengan batu zeolit, lalu rokok yang sudah tersimpan di bagian tutup botol dibakar lalu konsentrasi CO dalam botol tersebut diukur. Didapat 8 titik pada pengukuran tersebut yang apabila diambil rata-ratanya maka konsentrasi CO pada pembakaran rokok tanpa menggunakan zeolit sebagai adsorben adalah sebesar 15 %.
Pada percobaan kedua botol diisi dengan batu zeolit seberat 100 gram. Dengan estimasi waktu yang sama yaitu 5 menit rokok habis dan data CO yang diperoleh menurun dari 1392 ppm menjadi 1353 ppm, tercatat terdapat 8 titik, dan apabila diambil rata-ratanya hasil dari pengukuran CO hasil pembakaran rokok dengan 100 gram zeolit sebagai adsorben adalah sebesar 13 %.
Pada percobaan ketiga botol diisi dengan batu zeolit seberat 200 gram. Dengan estimasi waktu yang sama yaitu 5 menit. Data CO yang tercatat terdapat 8 titik. Konsentrasi CO menurun dari 1294 ppm berangsur-angsur menurun hingga ke titik terendahnya pada 1200 ppm. Dan dari kedelapan titik tersebut apabila diambil rata-ratanya tercatat sebesar 12 %.
Pada percobaan keempat atau terakhir botol diisi dengan zeolit seberat 300 gram. Dengan estimasi waktu yang sama yaitu 5 menit rokok habis dan diperolah 8 titik pengukuran. Konsentrasi CO turun dari 1114 ppm hingga ke titik terendahnya pada 1110 ppm, dan dari kedelapan titik tersebut apabila diambil rata-ratanya adalah hanya sebesar 11% saja.
Hal ini membuktikan bahwa zeolit yang teraktivasi dapat mengurangi kadar CO pada asap rokok. Dimana pada ruang tertutup seperti botol konsentrasi CO yang tidak menggunakan dengan yang menggunakann zeolit terlihat perbedaan yang drastis.
Secara visual maupun secara data, dari visual terlihat asap yang ada pada botol dimana tidak menggunakan zeolit pada pembakarannya terkumpul asap yang lebih banyak daripada botol yang menggunakan zeolit didalamnya.
Batu zeolit ini bekerja sebagai adsorben, batu zeolit akan menangkap partikel-partikel carbon. Batu zeolit ini sudah melalui proses dealuminasi maka terdapat tempat bagi senyawa carbon untuk masuk ke dalam batu zeolit.
Saran
Menurut peniliti untuk membuat penelitian yang baik diperlukan persiapan yang matang dan sesuai dengan prosedur penelitian. Alangkah lebih baik jika pembaca selalu memperhitungkan segala resiko yang mungkin terjadi.
Pada penelitian kali ini peneliti melakukan kesalahan. Peneliti tidak melakukan penelitian sesuai prosedur sehingga ada bahan yang belum disiapkan dengan optimal. Karena hal ini percobaan peneliti mengalami kegagalan maka disarankan untuk para pembaca agar memperhatikan prosedur dan tidak sembarangan melakukan tindakan yang tidak mendasar. Para pembaca juga disarankan membaca referensi sebanyak banyaknya untuk menambah wawasan dan mengurangi resiko terjadinya kegagalan.










