2021-17
Abstrak
Masker ini menjadi ancaman limbah baru yang akan merusak ekosistem dunia, setiap bulan dunia memproduksi 129 miliar Limbah Masker selama pandemi dan tidak bisa kita pungkiri tidak ada cara yang aman untuk membuang masker wajah sekali pakai dan masih banyak masyarakat yang tidak tau cara mengelola Limbah masker karena meskipun hanya 1 persen dari masker yang dibuang secara tidak benar, ini akan menghasilkan 10 juta masker per bulan yang tersebar di lingkungan. Menimbang bahwa berat masing-masing masker adalah sekitar 4 gram, ini akan memerlukan dispersi lebih dari 40 ribu kilogram plastik di alam.
Masker sekali pakai terbuat dari biji plastik yang diteliti lebih ramah lingkungan, tapi tetap saja jika limbah masker terus bertambah maka limbah plastik pun akan terus bertambah dan plastik sangat berbahaya bagi ekosistem dunia, selain merusak lingkungan, limbah masker ini dapat berdampak pada kehidupan manusia, tercatat pabrik daur ulang mengalami pengurangan karena para pemulung enggang mengambil sampah plastik yang tercampur dengan limbah masker, karena menurut WHO limbah masker dapat menjadi media penyebaran Covid-19.
Kondisi menumpuknya limbah masker di masa pandemi ini menjadi konsen kami, karena itu kami ingin merancang tempat sampah khusus Limbah masker automatis dengan sistem Arduino yang dilengkapi dengan alat pencacah dan disinfeksi klorin yang menurut beberapa jurnal dan penelitian, zat klorin dapat menon-aktifkan Virus Covid-19. Dengan perancangan alat ini diharap limbah masker lebih terkelola dengan baik sesuai anjuran WHO dan Pemerintah Indonesia.
Kata Kunci :
Limbah Masker, Disinfeksi, Lingkungan, Pencacah, Pengolahan Limbah, Arduino Uno, Automasi.
Pembimbing
- Diana Susyari Mardijanti,S.Pd.,M.PFis.
- Lela Siti Nurlaila, S.Pd.
Tim Peneliti
XII MIPA 6 | Dzulfaqor Ali Dipangegara (192010110), Muhammad Fathan Haqqani (192010216), Rafie Haidar Arshad (192010270) ,Rafly Mochamad Rivaldo (192010273)
Kesan
Salah satu project tugas yang benar benar menyenangkan dan terasa seperti membuat skripsi sungguhan, banyak kenangan dan struggle di dalamnya.

















